Hujan turun malam itu. membawa semerbak aroma tanah kering yang menusuk hidung! Tanah yang mongering akibat sebulan tiada tersentuh butiran air berkah Yang Maha Kuasa yang biasa turun dari langitNya. Membawa nuansa kedinginan uang mendalam. Menembus kulit, menerobos kumpulan lemak, urat dan daging, dan menusuk tulang.
Ngilu.. Vita memeluk lututnya erat. Hujan malam itu membuat seluruh persendiannya ngilu. Hatinyapun turut merasakan ngilu. Dingin disekujur badan. Dari ujung kaki hingga ujung kepala.. Ah bukan! Bukan hujan yang membuatnya terduduk, meringkuk memeluk lutut. Bukan hujan yang membuatnya menatap kosong kearah lantai semen yang terasa bak es batu yang baru dikeluarkan dari dalam kulkas. Atau dingin yang mengiringi sang hujankah?








